Sejarah Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU)

Sejarah hari lahir Nahdlatul Ulama (NU). Hari ini NU berusia 94 tahun (Foto: Kantor PBNU/Istimewa)

CERITARELAWAN.id, Jakarta - Nahdlatul Ulama (NU) hari ini tepat merayakan hari lahirnya yang ke-94. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926. Sejarah hari lahir Nahdlatul Ulama NU 1926-2020, membuktikan berbagai masa yang pernah dilalui organisasi muslim terbesar di Indonesia ini. Meski identik dengan Islam tradisional, NU membuktikan perannya hingga tingkat nasional.

Sejarah hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) tak mungkin lepas dari figur kiai yang paling disegani KH Abdul Wahab Hasbullah dan KH Hasyim Asy'ari. Dikutip dari The Nahdlatul Ulama Its Early History and Contribution to the Establishment of Indonesian State dari Faisal Ismail, keduanya berperan dalam lahirnya NU yang kental dengan kultur pesantren. Di pesantren inilah Islam tradisional berakar dan berkembang di masyarakat.


Islam tradisional merujuk pada praktik agama sesuai pemahaman masyarakat sekitar. Ulama atau kiai, yang menjadi figur utama di NU , harus punya kualitas istimewa sebagai pemimpin spiritual, taat menjalankan perintah Islam, punya pengetahuan yang luas, dan tanggap pada isu masyarakat. Salah satunya terlihat semasa mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

KH Wahid Hasyim dan KH Zainul Arifin bersama Hizbullah ikut membela Indonesia dalam perang melawan penjajah Belanda pada 10 November 1945 di Surabaya. Hizbullah adalah kelompok militer yang awalnya hanya untuk kalangan NU, tapi akhirnya terbuka untuk umum. Di masa yang kritis ini NU memanggil semua aliansinya, termasuk kiai dan ulama di Jawa dan Madura, yang melahirkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.

"Slogan yang banyak disuarakan muslim selama periode tersebut adalah, "Mencintai negara adalah sebagian dari iman." Slogan lainnya adalah, 'Hidup terhormat atau mati atas nama Islam." Slogan ini memberi motivasi pada muslim untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, meski bertaruh nyawa," tulis Faisal dalam tulisan yang terbit di Journal of Indonesian Islam.

Dalam resolusi tersebut, perang membela dan mempertahankan kemerdekaan disebut fardhu 'ain. Selain itu, KH Hasyim Asy'ari sempat dipenjara karena menolak saikeirei atau kebiasaan membungkukkan badan orang Jepang. Dia menilai membungkukkan tubuh ke arah matahari terbit untuk menghormati Kaisar Tenno Haika adalah syirik. Sang Hadratus Syeikh bahkan mengeluarkan fatwa yang menegaskan hal tersebut dilarang dalam Islam.

Seiring waktu, perang tak lagi menjadi satu-satunya cara membuktikan peran besar NU. Sejarah hari lahir Nahdlatul Ulama NU 1926-2020 bisa menjadi acuan peran yang diambil di masyarakat. Sebagai organisasi sosial keagamaan, NU punya pengaruh dalam memajukan kualitas masyarakat lewat pendidikan atau bidang lainnya.

Dalam bidang pendidikan, NU sudah membuktikan pengalamannya lewat berbagai pesantren di seluruh Indonesia. Pesantren tak hanya menjadi sarana pendidikan atau rujukan agama, tapi juga pusat pengembangan masyarakat. Pesantren dan NU sama-sama memegang prinsip ahlussunnah waljama'ah. Prinsip ini memungkinkan NU bisa berperan lebih banyak di masyarakat, tanpa terjebak berbagai bentuk pemahaman. Pesantren bahkan menjadi dasar pendidikan pendiri dan tokoh yang sangat dikagumi dari NU.

Peran NU juga sangat besar dalam organisasi untuk pemuda dan wanita yang digagas setelah 1926. Untuk pemuda , NU memiliki Gerakan Pemuda Ansor yang berdiri pada 14 Desember 1949. Sebelumnya organisasi ini bernama Ansor Nahdlatul Ulama dan Persatuan Pemuda Nahdlatul Ulama. Organisasi untuk muslimat ada Muslimat Nahdlatul Ulama.

NUdikenal memiliki banyak sosok ulama yang bijak dan rendah hati, berilmu tapi tidak segan bergabung dengan masyarakat biasa . Tak heran jika sejarah hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) 1926-2020 membuktikan, organisasi ini mudah diterima di masyarakat kota dan pedesaan.

Segala prinsip dan pengalaman baik ini tentunya konsisten dipertahankan NU di usianya yang hampir satu abad. Peran NU memungkinkan toleransi antar agama dan kepercayaan yang berbeda di Indonesia, hingga tercipta Indonesia yang satu dan damai. (amin/detik)
CERITARELAWAN.ID
CERITARELAWAN.ID CERITARELAWAN.ID Portal informasi relawan dan umum, memiliki konten News, Pendidikan, Kesehatan, Sosial, dan Wisata
BERITA MENARIK LAINNYA
close