PMI Respon Kecelakaan di Jalan Setiabudi Sragen


CERITARELAWAN.id , SRAGEN Untuk merespons kejadian kecelakaan lalulintas yang terjadi di Jl. Setiabudi No.16, Sragen Kulon, Sragen (Ringroad Selatan) Depan PT. Mandala Multi Finance yang terjadi pada hari jumat, (14/02/2020) jam Pukul 13.00 WIB Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen menurunkan petugas dan ambulans.

Wahdadi Kepala Markas PMI Kabupaten Sragen kepada CERITARELAWAN.id mengatakan Posko PMI Kabupaten Sragen menerima informasi dari Call Center PSC 119 Kabupaten Sragen bahwa ada laka lantas di Jalan Setiabudi No.16, Sragen Kulon, Sragen (Ringroad Selatan) Depan PT. Mandala Multi Finance. 

Diduga kecelakaan akibat aksi ugal-ugalan pengemudi Bus Eka akhirnya memakan korban jiwa. Seorang nenek berusia 70 tahun yang berprofesi sebagai pedagang keliling memakai sepeda angin, tewas usai digasak dan dilindas bus jurusan Surabaya-Jogja itu.

Korban diketahui bernama Sumarni asal Sragen Lor RT 2/8, Nglorog, Sragen Kota. Nenek malang itu tewas usai dilindas Bus Eka bernopol S 7015 UT yang dikemudikan Sutrisno (43) warga Plumbungan RT 2/2, Kramat, Kabupaten Tegal.

Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaan maut itu terjadi pukul 13.00 WIB. Kecelakaan juga melibatkan sepeda motor Honda Beat AD- 2750- AUE yang dikemudikan dua siswi, Rini Amanda (16) warga Sarirejo RT 24/9, Plosokerep, Karangmalang, Sragen dan temannya, Puji Astuti (17) warga Kroyo RT 16/05, Taraman, Sidoharjo, Sragen.

Menurut saksi mata dan hasil olah TKP, kronologi kecelakaan bermula ketika korban yang mengendarai sepeda angin dan dua siswi bermotor Beat, sama-sama melaju dari selatan ke utara.

Dengan posisi, Honda Beat di depan dan korban di belakangnya. Sementara Bus Eka datang dari arah berlawanan. Tepat di lokasi kejadian, Bus Eka nekat mendahului 3 bus yang berhenti di tepi jalan sebelah timur. Tanpa memperhatikan situasi lawan arus, Bus yang dikenal sebagai salah satu raja jalanan itu nekat ngasak mendahului tiga bus.

Melihat Bus Eka ngawut hingga ngepres jalan lawan, dua siswi yang melihat, langsung ngalah dan menepi di sebelah barat. Nahas, Mbah Sumarni yang naik onthel, panik melihat bus sudah dari depan dan memakan habis ruas jalan.

Malang tak dapat ditolak, ia yang berusaha mendahului Beat untuk menepi, justru celaka. Sepeda onthelnya nyenggol setang Honda Beat hingga membuatnya jatuh tepat di tengah jalan.

Bersamaan itu, tubuhnya langsung terlindas Bus Eka yang sudah sangat dekat. Bus yang sudah melewati marka jalan itu tak bisa menghindar lagi dan kemudian melindas Mbah Sumarni.

Nenek malang itu meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian tulang leher, dada, tangan dan kaki serta kepala pecah.

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kasat Lantas AKP Sugiyanto membenarkan kecelakaan maut Bus Eka yang menewaskan satu korban jiwa itu.

Saat ini, bus sudah diamankan di Mapolres untuk barang bukti. Sementara, Kepala Markas PMI Sragen, Wahdadi mengatakan sesaat usai menerima laporan, tim PMI dan PSC 119 langsung terjun ke lokasi untuk melakukan assesment dan backup medis.

“Satu korban meninggal di lokasi kejadian dan langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dengan ambulans PMI Sragen,” Pungkas Wahdadi. (munif/amin)
CERITARELAWAN.ID
CERITARELAWAN.ID CERITARELAWAN.ID Portal informasi relawan dan umum, memiliki konten News, Pendidikan, Kesehatan, Sosial, dan Wisata
BACA JUGA
close