Bantu Percepatan Herd Imunity, Anggota PMR MA Muhammadiyah Sibatua Ikuti Vaksinasi Covid-19

Anggota PMR dan Kepala Markas PMI Pangkep Usai Vaksin (Foto PMI Pangkep)


CERITARELAWAN.ID, Pangkep - Sebanyak 100-an siswa MTs/MA Muhammadiyah Sibatua  mengikuti program vaksinasi Covid-19 di Madrasah Tsanawiyah Sibatua, Jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Bonto Perak Kecamatan Pangkajene. Senin, (18/10/2021). 

Kegiatan vaksinasi dilakukan oleh tim dari Puskesmas Bonto Perak bekerja sama dengan pihak madrasah dan anggota PMR MA Muhammadiyah Sibatua. 

Kepala MTs Muhammadiyah Sibatua Siti Nurbaeti mengatakan bahwa vaksinasi di sekolah, khususnya di MTs/MA Sibatua , merupakan tindak lanjut progam pemerintah untuk usia 12-18 tahun. 

“Oleh karena itu, kami menyambut baik dan sangat proaktif agar program vaksinasi terlaksana,” ujarnya.

Selain itu menurutnya, program vaksinasi untuk pelajar ini juga dilakukan dalam rangka persiapan untuk menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. 

"Kegiatan hari  ini merupakan kegiatan vaksinasi dosis pertama. Dosis kedua akan diberikan satu bulan mendatang. Vaksinasi Covid-19 untuk siswa MTs/MA Muhammadiyah Sibatua ini menggunakan vaksin Sinovac." Lanjutnya. 

Syaiful kepala Markas PMI Pangkep menyampaikan, bahwa saat ini pelaksanaan vaksinasi terus di gencarkan untuk membantu pemerintah dalam percepatan herd iminity bagi pelajar termasuk anggota PMR di tiap sekolah yang ada di Pangkep.

" Kami dari PMI siap mendukung program vaksinasi buat pelajar, khususnya dalam pengadaan vaksin dan kedepannya bisa bekerjasama pengurus Palang Merah Remaja di tiap sekolah untuk pelaksanaannya. " Ungkapnya. 

Sementara itu menurut salah satu siswi yang ikut program vaksinasi Fatmawati, bahwa program vaksinasi ini membuat tenang pikirannnya. 

“Nggak sakit, nggak takut, saya sangat senang mengikuti kegiatan vaksinasi ini karena ingin cepat masuk sekolah,” ucap Fatma

Fatma menambahkan, untuk kegiatan vaksinasi, para siswa hanya menunjukkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) di meja pendaftaran ulang. 

Vaksinasi dimulai pada pukul 08.00 dan secara bergantian siswa mengikuti proses screening sampai penyuntikan. 

" Kegiatan ini sebagai langkah awal kami bersama semua siswa untuk mencapai herd immunity. Dengan begitu, sekolah kami memenuhi salah satu syarat untuk mengadakan pembelajaran tatap muka." Tutupnya. (amin)
close