Tingkatkan Kapasitas, PMI Banyuwangi Latih 30 Sibat Desa Sumberkencono


Kepala Markas PMI Banyuwangi Drs. sutiyono Saat Menyematkan Tanda Peserta Pelatihan Sibat di Desa Suberkencono ( FotoIsmy PMI Banyuwangi)

CERITARELAWAN.ID, Banyuwangi - Guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana terutama bagi wilayah desa yang rawan bencana, PMI Kabupaten Banyuwangi mengadakan Pembentukan dan Pelatihan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di Desa Sumberkencono Kec. Wongsorejo. (18/11/2021)

Acara dibuka oleh Kepala Markas PMI Kabupaten Banyuwangi Drs. Sutiyonoditandai dengan penyematan tanda peserta. 

Drs. Sutiyono Kepala Markas PMI Kabupaten Banyuwangi menyampaikan, tujuan kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana terutama bagi wilayah desa yang rawan bencana, 

Untuk sasaran Pelatihan SIBAT adalah perwakilan masyarakat dari Desa Sumberkencono yang sudah dipilih oleh pemerintah desa yang terdiri dari Unsur Tokoh Masyarakat, Badan Perwakilan Desa, Linmas, PKK, Karang Taruna, Kader Posyandu dan perwakilan perangkat Desa sebanyak 30 orang. Terangnya

Pembukaan pelatihan juga dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Wongsorejo yg diwakili oleh Sekcam selaku Ketua PMI Kecamatan. 

Ahmad Subhan SE, M. Si Sekcam Wongsorejo yang juga Ketua PMI Kecamatan mengatakan, saya berharap kepada semua peserta bisa mengikuti pelatihan secara teosri dan praktek dari awal sampai selesai.

Saya mewakili Kecamatan Wongsorejo mengucapkan terimakasih kepada PMI Kabupaten Banyuwangi yang sudah memberikan transfer ilmu terkait kebencanaan kepada warga Desa Sumberkencono. Tambahnya 

Sementara itu, Ismy Staf dan juga penanggungjawab kegiatan pelatihan menambahkan, materi Pelatihan disampaikan oleh Fasilitator KBBM PERTAMA PMI Kabupaten Banyuwangi sesuai dengan kurikulum KBBM PERTAMA.

Materi meliputi Pengantar Pelatihan, Sejarah, Prinsip Dasar dan Lambang, Menjadi Relawan PMI, Pengantar KBBM PERTAMA, Konsep, Strategi dan Pendekatan KBBM, Dasar Dasar Pemetaan, Pengorganisasian Masyarakat, Penyadaran masyarakat thd resiko Bencana, Vulnerability and Capacity Assessment (VCA), Participatory Rural Appraisal (PRA), Pertolongan Pertama,  EWS, serta simulasi atau Praktek. Tambahnya (amin)
close